BAKAL calon gubernur Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali menilai, jaminan kesehatan belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh masyarakat provinsi itu.
Menurutnya, masih banyak kasus warga yang tidak bisa berobat ke rumah sakit, bahkan ditolak rumah sakit hanya karena iuran kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak terbayarkan.
“Saya memimpikan tidak ada lagi rumah sakit di Sulteng yang menolak masyarakat ketika datang berobat hanya karena BPJS-nya tidak dibayar,” terang Ahmad dihadapan masyarakat Parigi Moutong saat menggelar safari politik bersama DPW NasDem Sulteng, Sabtu 6 Juli 2024 malam.
Wakil Ketua Umum NasDem itu menjelaskan, terkait jaminan sosial kesehatan yang harusnya tidak lagi jadi masalah bagi masyarakat.
“Saya ingin semua (iuran) BPJS akan dicover oleh pemerintah daerah. Kalau DPRD tidak mau menyetujui, saya masih bisa mengasuransikan masyarakat Sulteng,” tegasnya.
Ahmad mengaku, berkeinginan menjadi gubernur Sulteng untuk memastikan setiap hak-hak dasar masyarakat di wilayah itu dapat terpenuhi.
“Saya ingin masyarakat Sulteng tersenyum karena program pemerintah mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat,” sebutnya.
Anggota DPR RI itu menambahkan, bahwa saat ini kesejahteraan masyarakat masih sangat rendah meskipun pertumbuhan ekonomi Sulteng berada di atas 10 persen.
Hal itu, lanjut Ahmad, disebabkan daerah yang masih bergantung pada pertumbuhan di sektor pertambangan yang dampaknya tidak signifikan bagi masyarakat.
“Oleh karena itu kedepan pemerintah Sulteng harus fokus pada upaya meningkatkan ekonomi di sektor pertanian yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata,” tandasnya.
Ahmad M Ali maju di Pilkada Sulteng 2024 bersama Abdul Karim Aljufri sebagai bakal calon wakilnya.
Pasangan ini, telah didukung enam partai. Di antaranya, NasDem, Gerindra, PKB, PAN, Hanura, dan PPP. DatSaja