Komisi I DPR Menegaskan Kerahasiaan Data Pertahanan Negara Sangat Penting 

KETUA Komisi I DPR, Meutya Hafid menegaskan bahwa data pertahanan memiliki sifat rahasia dan membawa risiko terhadap kedaulatan negara jika diungkapkan secara terbuka kepada publik.

Meutya menanggapi permintaan sejumlah calon kepada Menteri Pertahanan dan untuk membuka data pertahanan negara dalam debat ketiga .

Dia menyatakan bahwa para calon presiden yang meminta hal tersebut tidak menyadari risiko yang mungkin timbul terhadap pertahanan dan kedaulatan negara, terutama karena debat tersebut disiarkan secara langsung oleh media dan dapat menarik perhatian dunia.

“Pak Prabowo tidak terpancing untuk membuka data pertahanan kita. Menurut saya ini bentuk kenegarawanan, mementingkan negara diatas meski sudah dicecar sebegitu rupa,” katanya.

Meutya, yang juga merupakan legislator yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta , berpendapat bahwa debat mengenai pertahanan negara seharusnya menjadi ranah persatuan antara calon presiden, karena isu tersebut rawan terhadap kedaulatan .

“Memanfaatkan data pertahanan yang sifatnya rahasia untuk menyudutkan lawan politik mestinya tidak terjadi. Harusnya kita memperlihatkan persatuan bahwa dalam debat pertahanan, tentunya dengan sikap calon pemimpin yang penuh jiwa negarawan,” ujarnya.

Meutya berharap agar rakyat bijak dan berhati-hati dalam memilih pemimpin ke depan karena kedaulatan negara menjadi taruhannya. Ia menekankan bahwa kondisi geopolitik dunia yang rentan dapat berdampak pada Indonesia, dan oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang kuat untuk menjamin kedaulatan negara.

Pada debat ketiga Pilpres 2024, Anies Baswedan dan Pranowo mendesak Prabowo Subianto untuk membuka data terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan beberapa kebijakan lain di Kementerian Pertahanan. 

Namun, Prabowo memilih untuk tidak terpancing menjawab pertanyaan tersebut dan mengajak diskusi tertutup dengan kedua pasangan calon. Beritasatucom

Baca Juga:  KPK Periksa Sekjen Kemenhub, Endus Pengaturan Lelang hingga Audit BPK

Pos terkait