PEMERINTAH Kota Palu, Sulawesi Tengah, menetapkan 46 kelurahan di kota itu sebagai lokus percepatan penurunan tengkes.
Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido mengatakan, lokus tersebut di bagi dalam tiga kategori yakni merah, kuning, dan hijau sesuai kondisi wilayah tersebut.
“Anggaran percepatan penurunan tengkesnya kelola kelurahan. Rata-rata semua kelurahan itu sudah membuat rembuk tengkes sebagai langkah awal,” terangnya di Palu, belum lama ini.
Menurut Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Palu itu, dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka tengkes di Palu naik 23,9 % dari dua tahun sebelumnya menjadi 24,7 % di tahun lalu, atau mengalami peningkatan 0,8%.
“Saat ini kami masih berupaya sehingga 2024 mendatang prevalensinya bisa turun. Makanya pelbagai aksi dilakukan termasuk penetapan 46 kelurahan sebagai lokus percepatan penurunan itu,” tegasnya.
Reny menjelaskan, saat ini pemerintah Palu terus berupaya agar seluruh indikator percepatan penurunan tengkes dapat terlaksana dan tercapai sesuai target.
Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah yang terlibat setiap saat dipantau pelaksanaan kegiatan melalui penyerapan anggaran.
“Bagi perangkat daerah yang lamban siap-siap akan mendapat teguran tegas. Karena semuanya terpantau, termasuk serapan anggarannya tiap bulan ada di tepra. Apa yang belum mereka kerjakan pasti ketahuan,” tandasnya. HPP/DatSaja